Welcome

Selamat Membaca, semoga berguna dan salam kenal,...

Kamis, 13 Juni 2013

Peranan dan Tujuan PBB

Peranan dan Tujuan PBB
  • Peranan PBB bagi Perdamaian Dunia
Peranan PBB dalam kehidupan antar bangsa, terutama bagi Indonesia misalnya setelah terjadi sengketa antara RI dan Belanda, PBB memelalui dewan keamanan PBB memben tuk sebuah komisi Jasa-Jasa, baik yang dikenal dengan Komisi Tiga Negara (KTN). Atas usaha komisi ittu, KTN berhasil menyelenggarakaan perundingan di atas kapal AS yang bernama Renville.
Hasil perundingan itu dilanggar sendiri oleh pihak Belanda dengan melancarkan aksi militernya yang kedua. Atas pelanggaran itu, KTN melaporkan kepada Dewan Keamaan. Pada tanggal 28 Januari 1949 Dewan Keamanan menerima resolusi untuk menyerukan genjatan senjata dan pembebasan pimpinan RI yang ditangkap. Selanjutnya KTN diperluas kewenangan-nya dan diubah namanya menjadi United Nations Commission for Indonesia (UNCI). Atas prakarsa UNCI, diselenggarakan Konferensi Meja Bundar di Den Haag, dan hasilnya sekaligus merupakan pengakuaan Belanda atas kedaulatan Indonesia.
Setelah pengakuan kedaulatan, ternyata Indonesia dengan sangat mudah m enjadi anggota PBB. Permohonan diajukan pada tanggal 25 September 1950, dan diterima menjadi anggota pada tangggal 28 September 1950.
Peranan PBB dalam proses kembalinya Irian Jaya (Papua) yaitu diawali dengan pembentukan UNTEA, berdasarkan persetujuan New York pada tanggal 15 Agustus 1962. UNTEA bertugas untuk sementara waktu mengambil alih pemerintahan atas wilayah Irian Barat (Papua) dari tanggal 1 Oktober 1962 sampai dengan Mei 1963. Setelah itu pemerintahan atas Irian Barat sepenuhnya diserahkan kepada Indonesia dengan persetujuan bahwa pemerintah Indonesi a harus memberikan hak kepada rakyat Irian Barat untuk menentukan pilihannya, yaitu tetap bergabung dengan RI atau akan berdiri sendiri. Hasilnya rakyat Irian Barat memilih tetap bergabung dengan Indonesia.

  • Tujuan PBB
Tujuan PBB adalah sebagai berikut :
a). Memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
b). Meningkatkan hubungan bersahabat antarnegara atau antarbangsa berdasarkan atas persamaan hak dan menentukan nasib sendiri.
c). Meningkatkan kerjasama internasional untuk memecahkan masalah internasional di bidang politik, sosial, kebudayaan, kependudukan dan lain-lain.
d). Mendorong untuk menghormati hak asasi manusia dan kemerdekaan bagi semua bangsa tanpa membedakan ras, kelamin, bahasa dan agama.
e). Menjadi pusat penyesuaian dalam melakukan tindakan bangsa -bangsa untuk memelihara keamanan dan perdamaian dunia.

Semoga Bermanfaat,... -""-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar