Welcome

Selamat Membaca, semoga berguna dan salam kenal,...

Rabu, 07 November 2012

kendala Rakyat indonesia untuk mewujudkan masyarakat madani

                
KENDALA YANG DIHADAPI BANGSA INDONESIA DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI PADA BIDANG POLITIK

Masyarakat madani (civil society) yaitu kelompok masyarakat yang berorientasi secara sosial, politik, dan ekonomi. Dalam konteks kenegaraan, masyarakat merupakan subjek pemerintahan, pembangunan dan pelayan publik yang berinteraksi secara sosial, politik, dan ekonomi. Masyarakat harus diberdayakan agar berperan aktif dalam mendukung terwujudnya sistem pemerintahan yang baik.

Masyarakat madani merupakan masyarakat yang memiliki toleransi yang sangat baik, sehingga dalam segala bidang dan demi kemajuan Negara, seluruh masyarakat dapat mengerti memahami dan menghargai perbedaan.

 Bentuk masyarakat madani dapat kita perhatikan pada kelompok - kelompok kecil dalam masyarakat. Organisasi-organisasi seperti organisasi kepemudaan, organisasi perempuan atau organisasi profesi adalah bentuk nyata masyarakat madani. Organisasi -organisasi ini sering disebut sebagai organisasi masyarakat (ormas) atau lembaga swadaya masyarakat. Organisasi ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Mandiri dalam hal pendanaan (tidak tergantung pada negara)
 b. Swadaya dalam kegiatannya (memanfaatkan berbagai sumber daya di lingkungannya)
c. Bersifat memberdayakan masyarakat dan bergerak di bidang sosial.
d. Tidak terlibat dalam persaingan politik untuk merebut kekuasaan.
e. Bersifat inklusif (melingkupi beragam kelompok) dan menghargai keragaman.

 Di Indonesia, masyarakat belum sepenuhnya memenuhi syarat untuk menjadi masyarakat madani. Syarat menjadi masyarakat madani di antaranya:
1. Kualitas sumber daya manusia yang tinggi yang tercermin antara lain dari kemampuan tenaga -tenaga profesionalnya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pokok sendiri (mampu mengatasi ketergantungan) agar tidak menimbulkan kerawanan, terutama bidang ekonomi.
3. Semakin mantap mengandalkan sumber –sumber pembiayaan dalam negeri (berbasis kerakyatan) yang berarti ketergantungan kepada sumber pembangunan dari luar negeri semakin kecil atau tidak ada sama sekali .
 4. Secara umum telah memiliki kemampuan ekonomi, sistem politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan yang dinamis, tangguh serta berwawasan global.

Dalam kehidupan demokrasi, agar masyarakat dapat hidup secara madani harus mempunyai tiga syarat, yaitu sebagai berikut :
a. Ketertiban dalam pengambilan suatu keputusan yang menyangkut kepentingan bersama.
b. Adanya kontrol masyarakat dalam jalannya proses pemerintahan.
c. Adanya kemerdekaan memilih pemimpinnya.

Ketiga hal tersebut merupakan sarana untuk mewujudkan kehidupan yang demokratis, yaitu kehidupan yang dalam pemerintahannya bersumber dari, oleh, dan untuk rakyat itu sendiri. Berdasarkan kajian di atas, masyarakat madani pada dasarnya merupakan sebuah komunitas sosial di mana keadilan dan kesetaraan menjadi pilar utamanya. Masyarakat madani ditopang dengan demokratisasi yang terbentuk dengan adanya partisipasi yang nyata dari anggota masyarakat. Sedangkan sebagai alat pengendalian dan pengawasannya adalah hukum yang berlaku.

 Kendala Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani masih termasuk taraf yang lumayan berat karena dari sudut bpandang luarpun telah terlihatbanyaknya kesetimpangan social, politik yang belum stabil dan sumber daya manusia yang belum semuannya dapat diajak berkompromi.

 Kali ini adalah pembahasan mengenai kendala terwujudnya masyarakat madani di Indonesia dalam bidang politik. Misalnya adalah pada, Luasnya ruang lingkup pembangunan daerah terutama dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dewasa ini, belum didukung secara maksimal oleh kesiapan dan kemampuan sumber daya manusia dan aparatur pemerintah di daerah yang memadai, serta belum sempurnanya perangkat peraturan bagi pengelolaan sumber daya alam di daerah.

Selain itu juga pada, Pelaksanaan politik luar negeri yang cenderung lemah, antara lain karena tingginya tingkat ketergantungan pada utang luar negeri yang mengakibatkan turunnya posisi tawar Indonesia dalam percaturan politik dan hubungan internasional.

Keseluruhan gambaran tersebut menunjukkan kecenderungan menurunnya kualitas kehidupan dan jati diri bangsa.

Yang benar-benar memperlihatkan belum adanya kesiapan bangsa Indonesia untuk menjadi masyarakat madani adalah pada pesta rakyat yang terjadi lima tahun sekali atau yang sering disebut pemilu. Dalam hal ini benar-benar tercermin kurangnya pengetahuan masyarakat bangsa Indonesia. Penggambarannya adalah masyarakat belum semuanya mau dan bisa terlibat dalam pembentukan sebuah kebijakan public negaranya. Masyarakat lebih menggantungkan pada orang lain. Mereka cenderung mengutamakan politik uang yang di tawarkan oleh calon wakil rakyat dari pada memilih menurut hati mereka sendiri. Mereka kebanyakan tidak berpikir bahwa nantinya mungkin saja orang yang mereka pilih akan menggerogoti uang Negara mereka yang asalnya juga dari uang mereka sendiri.

Jadi, kendala terwujudnya masyarakat madani dalam bidang politik di Indonesia lebih condong pada belum siapnya sumber daya manusia di Indonesia untuk menerima aturan dan kebijakan juga toleransi yang besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar