Welcome

Selamat Membaca, semoga berguna dan salam kenal,...

Sabtu, 17 November 2012

contoh paragraf narasi ekspositoris


Paragraf Narasi Ekspositoris
1.    Topik
Masalah Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.
2.    Kerangka Paragraf
-       01 Oktober 1965, Indonesia memasuki masa Orde Baru.
-       Tingkatan – tingkatan usaha Orde Baru dalam mencapai cita-citanya.
-       Kepemimpinan Soeharto saat Masa Orde Baru.
-       Demonstrasi Masa Orde Baru menentang terbatasnya ruang lingkup sosial.
-       21 Mei 1998, pergantian presiden.
3.    Paragraf Narasi Ekspositoris
Indonesia mengalami tiga fase dalam perjalananya. Orde Lama (Orla), Orde Baru (Orba), Reformasi. Indonesia berubah menjadi masa Orde baru setelah mengalami peristiwa G 30 S/PKI pada tanggal 01 Oktober 1965. Orde Baru adalah sikap mental yang positif untuk menghentikan dan mengoreksi segala penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD1945,yang memperjuangkan suatu masyarakat yang adil, makmur baik material maupun spiritual melalui pembangunan. Cita – cita Orde Baru melalui beberapa tingkatan yaitu pada tanggal 1 Oktober  1965 sebagai tonggak demarkasi Orde Baru, 11 Maret 1966 sebagai tonggak pelaksanaan Orba, 21 Juni sebagai tonggak konstitusional Orba, dan pada tanggal 6 Juni 1968 terkenal sebagai tonggak Orde Pembangunan. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto pembangunan di Indonesia berjalan sangat baik dan berkesinambungan, karena direncanaan secara matang melalui Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang dan Lima Tahun. Oleh karena itu, masa Orde Baru juga di sebut sebagai Orde Pembangunan. Walaupun pembangunan sangat baik, tapi tetap tertanam kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bahwa masalah sosial sangat dibatasi. Ruang lingup kehidupan sosial yang sangat terbatas dijadikan dasar perjuangan untuk melawan kekuasaan Orba. Bahkan kehidupan sosial masyarakat sangat memperihatinkan dan itu semua menarik perhatian  kalangan Intelektual muda (Mahasiswa). Seminar-seminar, mimbar-mimbar, bahkan sampai demonstrasi-demonstrasi di gelar oleh mahasiswa. Sampai akhirnya terjadi puncak demonstrasi di buktikan dengan turunnya Presiden Soeharto dan digantikan oleh wakilnya yang saat itu dijabat oleh B.J.Habibie pada tanggal 21 Mei 1998.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar